Cerita Silat - Pendekar Mabuk (5 Episode)

Cerita Silat Pendekar Mabuk


Selamat datang suhu-suhu sekalian di gubug cerita silat ini. Kali ini teecu hendak mempersembahkan kembali kisah cerita silat pendekar mabuk. Silakan dinikmati.

Pendekar Mabuk - Asmara Berdarah Biru


Judul : Asmara Berdarah Biru
Serial Pendekar Mabuk
Pengarang : Anonymus
Ebook by Abu Keisel
Ringkasan cerita:
"Nah, begitu! Mabuk dulu!" lalu mereka tepuk tangan bersama. Suto Sinting jadi semakin tak enak hati. Ia ingin jelaskan bahwa sekalipun ia minum tuak satu tabung penuh dihabiskan, ia tidak akan mabuk, karena tuak baginya bukan alat untuk mabuk namun obat untuk kesehatan badannya.
Kesempatan untuk menjelaskan hal itu tak ada, sebab Karto Dupak sudah mulai bicara dengan nada geram.
"Kalau kau bisa unggul melawanku, aku akan mundur dari pinanganku. Tapi kalau aku unggul melawanmu, aku akan tetap melamar Muria Wardani. Kau mati atau cacat, tak boleh menghalangi lamaranku lagi!"
"Muria Wardani itu siapa? Jelaskan dulu, Karto Dupak!"
"Banyak omong kau! Tentukan saja siapa yang mati. Beres!"

Link download (pdf)

Pendekar Mabuk - Telur Mata Setan



Judul Ebook : Telur Mata Setan
Serial Pendekar Mabuk
Pengarang : Anonymus
Ebook by Abu Keisel
Ringkasan cerita:
Di sana apa yang terjadi adalah suatu pemandangan yang sudah terbayang di benak Pendekar Mabuk.
Orang berpakaian serba hitam itu memang Siluman Tujuh Nyawa.
Tubuhnya berkerudung kain hitam dari kepala sampai kaki. Wajah tampannya terlihat pucat memutih bagai mengenakan bedak. Tapi bibirnya biru dan matanya dingin mirip mata mayat. Di tangannya tergenggam senjata pusaka tongkat El Maut yang ujungnya membentuk sabit panjang untuk memancung leher lawan.
Seperti biasa, Siluman Tujuh Nyawa adalah manusia sesat yang tak pernah punya perubahan wajah. Kaku, dingin, datar, seakan tak pernah mencerminkan perasaannya.

Link download (pdf)

Pendekar Mabuk - Manusia Pemusnah Raga



Judul : Manusia Pemusnah Raga
Serial Pendekar Mabuk
Pengarang : Anonymus
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Ebook by Abu Keisel
Ringkasan cerita :
Kinanti hanya mencibir sinis. Saat mereka melangkah menuju Lembah Birawa, Kinanti sempat ceritakan masalah sebenarnya kepada Salju Kelana. Cerita itu meluncur dari mulut Kinanti setelah Salju Kelana menceritakan pengalaman mesranya dengan Suto Sinting ketika di dalam gua dan ketika duduk di depan Suto Sinting yang mandi dalam keadaan polos karena menyangka Salju Kelana buta, padahal tidak. Kinanti sempat terkikik geli mendengar cerita itu, (Baca serial Pendekar Mabuk dalam episode "Rencong Pemburu Tabib"). Sedangkan Pendekar Mabuk sengaja sedikit menjauh supaya tidak terlalu merasa malu membayangkan kebodohannya didepan Salju Kelana yang kala itu berpura-pura masih buta.

Link download (pdf)


Pendekar Mabuk - Kitab Lorong Zaman



Judul : Kitab Lorong Zaman
Serial Pendekar Mabuk
Pengarang : Anonymus
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Ebook by Abu Keisel
Ringkasan cerita :
"Ke mana bocah itu?" pikir Suto sambil melangkah yang akhirnya membawanya tiba di sebuah pantai. Pandangan matanya dilemparkan ke arah lautan. Tak ada siapa-siapa di lautan sana. Dewa Rayu tak tampak di sela-sela karang atau di atas bebatuannya.
Tetapi tiba-tiba gelombang panas datang dari arah belakang Suto Sinting. Dengan cepat Suto Sinting lakukan lompatan ke atas dan bersalto satu kali. Wuuuttt...! Jleeg...!
Dalam kejap berikutnya ia sudah berdiri di atas gugusan batu karang yang permukaannya datar. Gelombang hawa panas itu menghantam gugusan batu karang yang tumbuh di permukaan air laut. Duaaarr...! Gugusan batu karang itu pecah menyebar dan tak terlihat lagi wujudnya.

Link download (pdf)

Pendekar Mabuk - Pedang Kayu Petir



Judul : Pedang Kayu Petir
Serial Pendekar Mabuk
Pengarang : Anonymus
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Ebook by Abu Keisel
Ringkasan cerita :
Jawaban itu cukup dipakai bahan pertimbangan bagi Suto. Pertimbangan itu akhirnya memperoleh keputusan bahwa ia harus bicara empat mata dengan Galuh Puspanagari yang lebih suka dipanggilnya Palupi itu. Pendekar Mabuk merasa perlu menjajaki ketinggian ilmu Palupi dalam menghadapi Seruling Malaikat nanti. Jika memang ternyata menurut kesimpulan Suto ilmu yang dimiliki Palupi tidak mempunyai kesanggupan untuk menghadapi Seruling Malaikat, maka ia harus memaksa Palupi untuk mengambil Pedang Kayu Petir.

Link download (pdf)


Demikian postingan teecu tentang cerita silat pendekar mabuk. Untuk seri-seri pendekar mabuk selanjutnya akan saya postingkan di kemudian hari jika ada umur panjang. Sekian dan terima kasih sudah berkenan mampir. Salam pendekar !

Cerita silat lainnya

Jejak para suhu

Post a Comment